Hubungan Gaya Hidup Kurang Bergerak Dan Konsumsi Makanan Instan Dengan Tingkat Kewaspadaan Risiko Kanker Payudara Pada Mahasiswa Perantauan

The Association Between Sedentary Lifestyle And Instant Food Consumption With Breast Cancer Risk Awareness Among Migrant Students

Authors

  • Ananda Farikhatun Nisya Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Khoiriyah Khoiriyah Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Amin Samiasih Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Akhmad Muatofa Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55887/jaki.v3i1.77

Keywords:

Bergerak, Gaya Hidup, Kewaspadaan, Kanker Payudara

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Mahasiswa perantauan berada pada fase dewasa muda dengan kecenderungan membentuk pola hidup mandiri yang sering kali ditandai dengan gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan instan. Perilaku tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kewaspadaan terhadap risiko kanker payudara. Tujuan: Mengetahui hubungan gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan instan dengan tingkat kewaspadaan terhadap risiko kanker payudara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 83 orang, dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan kuesioner tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara. Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil: Didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya hidup kurang bergerak kategori tinggi, 54,2% memiliki konsumsi makanan instan berisiko, dan 56,6% memiliki tingkat kewaspadaan tinggi terhadap risiko kanker payudara. Terdapat hubungan antara gaya hidup kurang bergerak dengan tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara (p = 0,035; r = –0,233) serta antara konsumsi makanan instan dengan tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara (p = 0,017; r = –0,261), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan hubungan yang lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan instan dengan tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara.

References

Arianggara, A. W., Sulaiman, Y., Rasmawati, & Fadhilah, N. (2024). Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Sadari Dan Sadarnis. Awal Bros Journal of Community Development, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.54973/abjcd.v5i2.505

Davidson, S. M., Tampubolon, R., & Situmorang, A. R. (2024). Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana Selama Pandemi Covid-19. Darussalam Nutrition Journal, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.21111/dnj.v8i1.8977

Fiolet, T., Srour, B., Sellem, L., Kesse-Guyot, E., Allès, B., Méjean, C., Deschasaux, M., Fassier, P., Latino-Martel, P., Beslay, M., Hercberg, S., Lavalette, C., Monteiro, C. A., Julia, C., & Touvier, M. (2018). Consumption of ultra-processed foods and cancer risk: Results from NutriNet-Santé prospective cohort. Bmj, 360(322), 1–11. https://doi.org/10.1136/bmj.k322

Halimatussa’adiah, M., Hidayat, Y. M., & Anwar, R. (2024). Pendidikan Kesehatan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Melalui Media Sosial Tiktok Pada Remaja Putri. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 11(2), 177–192. https://doi.org/10.36743/medikes.v11i2.452

Ifada, S., Mansur, H., & Dwi Cahyani, D. (2025). Hubungan Pengetahuan tentang Kanker Payudara dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri di MA Muhammadiyah 1 Kota Malang. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 5(3), 401–416. https://doi.org/10.55606/jikki.v5i3.8213

Noerfitri, N., Putri, T. W., & Febriati, R. U. (2021). Hubungan antara Kebiasaan Melewatkan Sarapan, Konsumsi Sayur Buah dan Fast Food, Aktivitas Fisik, Aktivitas Sedentary dengan Kejadian Gizi Lebih. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 13(2), 56–63. https://doi.org/10.52022/jikm.v13i2.205

Pangestuti, R. D. (2019). Hubungan Konsumsi Makanan Dan Sedentari Lifestyle Dengan Tingkat Kewaspadaan Terhadap Risiko Kanker Payudara Pada Remaja Putri [Skripsi]. Universitas Airlangga.

Shu, L., Zhang, X., Zhu, Q., Lv, X., & Si, C. (2023). Association between ultra-processed food consumption and risk of breast cancer: a systematic review and dose-response meta-analysis of observational studies. Frontiers in Nutrition, 10(September), 1–13. https://doi.org/10.3389/fnut.2023.1250361

Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R. L., Laversanne, M., Soerjomataram, I., Jemal, A., & Bray, F. (2021). Global Cancer Statistics 2020: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), 209–249. https://doi.org/10.3322/caac.21660

WHO. (2016). WHO Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. In Routledge Handbook of Youth Sport (pp. 1–582). WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128

Winasis, A., & Djuwita, R. (2023). Obesity and Breast Cancer : Literature Review. Journal of Multidiciplinary Applied Natural Science, 6(8), 1501–1508. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i8.3501

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Ananda Farikhatun Nisya, Khoiriyah, K., Samiasih, A., & Muatofa, A. (2026). Hubungan Gaya Hidup Kurang Bergerak Dan Konsumsi Makanan Instan Dengan Tingkat Kewaspadaan Risiko Kanker Payudara Pada Mahasiswa Perantauan: The Association Between Sedentary Lifestyle And Instant Food Consumption With Breast Cancer Risk Awareness Among Migrant Students. Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia, 3(1), 15–24. https://doi.org/10.55887/jaki.v3i1.77